Lotim Dapat Kuota Terbanyak Se Indonesia, 2.378 Orang Dari Program Keselamatan Polri

0
374
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Kapolres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) AKBP.Tunggul Sinatrio,S.I.K,M.hum bersama Pimpinan Cabang BRI Selong Bayu Aditiyo melakukan penyerahan secara simbolis bantuan untuk Para Sopir Angkutan Penumpang,Angkutan Umum dan Ojek Pangkalan dari Program Keselamatan Polri yang diberikan secara Nasional. Bertempat di Graha Bhayangkara Selong. Selasa(28/04/2020).

Tunggul Sinatrio mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan secara Nasional yang diselenggarakan oleh Kepolisian Republik Indonesia, mengenai keselamatan berlalu lintas. Karena kecelakaan berlalu lintas itu adalah merupakan musibah yang bisa saja menimpa setiap orang.

Iklan

“Akibat kecelakaan berlalu lintas ini bisa saja membuat keluarga menjadi hilang(meninggal-red) sehingga Polri mengeluarkan program ini yang disebut Program Keselamatan Polri. Program ini menyasar pengendara bermotor,baik pengendara angkutan umum,penumpang dan ojek pangkalan jadi bukan ojek online,” Ungkap Tunggul Sinatrio.

Ia juga menyampaikan bahwa Polres Lombok Timur mendapat kuota paling banyak diseluruh Indonesia yakni sebanyak 2.873 orang yang akan dilatih dan dibina sebagai mitra polisi dalam penegakan aturan berlalu lintas. Dan masing-masing akan mendapatkan Rp.600 ribu per bulan selama tiga bulan.

“Pengemudi-pengemudi ini kita akomodir untuk kita latih tentang keselamatan berlalu lintas,sekaligus karena momen saat ini adalah pencegahan virus Covid-19 mereka juga kita ajak untuk mengemban fungsi pencegahan,fungsi sosialisasi dari gugus tugas Kabupaten hingga Kecamatan,” Harapnya.

Kita berharap juga dari para pengendara yang mendapatkan bantuan ini untuk terus berupaya membantu program pemerintah terutama pencegahan penyebaran Covid-19 dengan turut serta mensosialisasikan Physical Distancing(Jaga Jarak),Cuci Tangan dengan sabun pada air yang mengalir,selalu memakai masker kalau keluar rumah dan juga menghindari kerumunan.

“Seperti pelaksanaan sholat Fardu,sholat tarawih maupun sholat Jumat kita harapkan untuk kita kerjakan dirumah masing-masing sesuai dengan anjuran MUI dan para Ulamak serta Keputusan Pemerintah yang dikeluarkan oleh Forkopimda Lombok Timur,” Terangnya.

Disamping itu juga harapan dari program Keselamatan Polri itu adalah mereka-mereka yang sudah diakomodir di program tersebut dapat membantu pihak kepolisian untuk mensosialisasikan cara berlalu lintas yang baik.

“seperti harus pakai helm,kendaraan harus baik dan lengkap surat-suratnya,jangan berboncengan tiga orang dan jangan minum-minuman keras saat berkendaraan serta jangan kebut-kebutan,karena itu bisa merugikan semua orang,” Pungkasnya.(Bul)