Khawatir Kasus Covid-19 Meningkat Jauh, Pemerintah Arab Saudi Kembali Berlakukan Lockdown Selama 14 Hari

banner post atas

Sinar5news.com – Jakarta – Penyebaran virus covid-19 yang terjadi di Jeddah, Arab Saudi hingga kini masih belum dapat dikendalikan dengan baik. Hal itu membuat pemerintah pusat Arab Saudi memutuskan untuk berlakukan sistem Lockdown kembali di wilayah Jeddah.

Dilansir dari laman resmi AFP pada sabtu, 6 Juni 2020, Kementrian Kesehatan Arab Saudi tidak ingin adanya peningkatan kasus yang tinggi di Jeddah.

“Setelah melakukan peninjauan situasi epidemiologis dan banyaknya tempat tinggal departemen perawatan intensif, hal itu diputuskan untuk mengambil tindakan pencegahan kesehatan yang ketat di kota Jeddah selama dua minggu, mulai hari Sabtu (6/5)”, ungkap Kementerian Kesehatan Arab Saudi, seperti yang dilansir di AFP.

Iklan

Selama karantina wilayah (lockdown) berlangsung, jam malam bagi masyarakat yang ingin keluar tumah pun ikut dibatasi. Pemberlakuan tersebut dimulai dari pukul 15:00 hingga 06:00 waktu setempat.

Sementara itu, beberapa sholat berjamaah di masjid dan perintah bekerja dirumah untuk bagian publik dan swasta mengalami penundaan sementara.

Pemberlakuan tersebut Mengingat kasus positif covid-19 di Arab Saudi yang telah mencapai angka yang tinggi yakni 96.000 kasus dan 642 kematian , kasus terbanyak terjadi di Teluk.

Penundaan ziarah umrah ke Mekah dan Madinah pun terjadi karena khawatir virus covid-19 ini akan menyebar luas ke beberapa kota suci.

Hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum bisa memastikan apakah ibadah haji tahun ini yang sudah terjadwal pada bulan Juli dilanjutkan atau ditunda kembali Karena Jeddah merupakan salah satu pusat bagi para jamaah haji dari berbagai negara.

BACA JUGA  Hercules Angkut Alkes Covid-19 Tiba di Indonesia