Islah Nahdlatul Wathan, Lalu Tjuck Sudarmadi : Kisah Ini Kembali Membuat Saya Bernostalgia

banner post atas

Nadlatul Wathan 1.2.2.1
Berita yang menarik dan melegakan dengan adanya kesepahaman atau “rujuk dua” saudara dalam satu keluarga besar nahdlatul wathan ini.

Hal ini mengingatkan saya sewaktu Ponpes NW Penggilingan waktu itu mengadakan haul sekitar tahun 2000-an yang dimeriahkan dengan Orkes Debu yg personilnya orang Islam Amerika, dan waktu itu kita meminta TGB dan nanda Gde Syamsu, bersalaman n berpelukan diatas panggung acara dan disambut haru dan suka cita oleh jamaah, sebagai bahagian dari ujud kerinduan agar keluarga besar NW utuh bersatu dan satu.

Saya ingat sekali apa yang dikatakan TGB waktu itu bahwa “nanti disaat kami kami ini memimpin baru bisa Miq” kurang lebih itu intinya. Mungkin beliau merasakan masih amat sulit untuk diwujudkan pada waktu itu.

Iklan

Jadi saya melihat peristiwa ini sebagai ujud TGB “memenuhi” janji itu.

Kita patut memberikan.apresiasi kepada tokoh tokoh dari kedua-duanya yang berbesar hati dan lapang dada secara sadar melakukan ” rekonsiliasi” ini. Saatnya memakai momentum ini untuk mengedepankan NW( besar) dan semua membawa hati nya untuk pulang kerumah besar. “NW first bring your heart home”

Terlepas dari itu semua kita berharap semua pihak, terutama keluarga besar nahdlatul wathan tidak lagi mempertentangkan atau membanding bandingkan satu sama lain, kecuali memandang kedepan membantu dan mendorong agar keduanya, nw dan nwdi bekerrja untuk satu NW besar.

Pada saatnya kita sarankan adanya pertemuan berkala diantara pemimpin keduanya sehingga terjadi understanding dan meretas komunikasi yang mampet selama ini serta meminimalisir terjadinya peluang peluang untuk memecah belah.

Bisa kita maknai juga bahwa untuk NW menjadi lebih besar, sejatinya memang melalui dinamika dan proses seperti itu. Mungkin itulah hikmat dari apa yang terjadi selama ini. Sepertinya melalui proses “Satu Jadi Dua kemudian Dua Jadi Satu(1.2.2.l)

BACA JUGA  Bersama Satgas Covid, Babinsa Gelar Operasi Yustisi