ICMI Inspiratif Transformatif Milad ke-32 Catatan Singkat Presiden Forum Kebangsaan.

Sinar5news.com- Silaknas ICMI  silaturrahiem dan rapat kerja nasional memperingati ulang tahun lahirnya ICMI yang ke-32  adalah momentum untuk merevolusioner serta evaluasi mendalam terhadap lembaga ICMI sebagai wadah tempat para cerdik pandai insan ulul Al-Bab bangsa negara Indonesia tercinta berkumpul, bersatu untuk Indonesia maju.
 
Tentu sebagai intelektual muslim haruslah mampu menghadirkan menyuarakan keberpihakan terhadap kehidupan realitas sosial masyarakat grass road petani, nelayan, pedagang, buruh yang telah dan sedang berjalan. Cendikiawan muslim haruslah mampu menterjemahkan bahasa langit sehingga membumi, mampu menghadirkan kehidupan damai penuh cinta dan kemulian langit ke bumi sehingga wahyu/ firman dari langit yang dalam kitab suci hadir dalam realitas nyata di bumi.
 
Inilah makna kesejatian sebagai intelektual muslim bukan hanya muslim yang intelek yang hanya dilebelkan dalam bentuk gelar di depan nama atau di akhirnya. Wadah ICMI sebagai lumbung intelektual muslim harus mampu mewujudkan harapan, cita- cita, janji leluhur bangsa ini dimerdekakan yang beliau-beliau tuangkan  dalam Pancasila butir ke-5.
 
Pancasila sudah menjadi roal model berbangsa bernegara  haruslah dijalankan tegak lurus. Bukan hanya simbol dan semboyan tapi nilai dan moral Pancasila haruslah menjadi karakter warga bangsa. Beraddien kaffah  dengan berakhlak yang sudah dicontohkan Rasulullah haruslah dibumikan bukan hanya dijadikan bahan ceramah diatas mimbar.  Bukan pula hanya isi pidato disetiap khotbah dan tidak hanya menjadi bahan ajar dalam materi sekolah.  Sejatinya akhlaq Rasulullah harus di bumikan dalam kehidupan nyata di bumi, mulai dari ruang lingkup terkecil lingkungan keluarga, sekolah, kantor  dan bernegara.
 
Hanya dengan membumikan  ajaran langit seperti yang sudah dicontohkan Rasulullah pada ummatnya. Kehidupan di bumi akan terjaga, damai, sejahtera lahir batin. Menemukan keseimbangan yang pada gilirannya akan melahirkan pradaban bumi yang Arif bijaksana aman damai sentosa. Dengan demikian akan lahir negri Baldatun thoyyibatun warabbun Gafur.
 
Inilah harapan ummat kepada ICMI agar bangsa besar, kaya raya, melimpah hasil bumi yang terkandung di dalamnya. Agar digunakan seluas- luasnya untuk kesejahteraan kemakmuran warganya. Bangsa besar berbudaya ini, harus mengembalikan kejayaannya sebagai bangsa Nusantara tempo dulu. Yang telah melahirkan pradaban bumi, yang dikenal oleh dunia. Contoh bangsa ini pernah menguasai pradaban adalah bahasa sangsekerta yang lahir di  tanah Nusantara pernah menjadi bahasa bumi. Tulisan jawi kuno pernah menjadi tulisan jagat raya. Peninggalan bangunan sejarah seperti bangunan candi – candi sebagai bukti Nusantara pernah berjaya sebagai asal pradaban bumi.
 
ICMI  sebagai kumpulan intelektual muslim, kita berharap mampu mengembalikan kejayaan Nusantara tempo dulu dengan mengembalikan cara dan prilaku kehidupan yang berakhlak model leluhur dulu. Patuh tunduk sama semua ajaran langit tidak merusak bumi. Memimpin dengan keteladanan, sebagaimana para nabi – nabi terdahulu memimpin ummatnya. Seperti para pendiri negri ini yang hidup sederhana, tidak ada sekat antara pemimpin dengan ummat warganya. Selalu hidup bersama berbaur duduk sama rendah berdiri sama tinggi. 
 
Kekeliruan dan kesalahan besar negri ini berorientasi memimpin adalah kekuasaan, sehingga korupsi semakin menganga dari desa sampai ke pusat. Cita – cita Indonesia merdeka yang semestinya sudah harus wujud masih jauh dari kenyataan. Akibat para pelaksana pemangku kebijakan berlomba lomba hidup hidonis menumpuk materialis yang menjadikan kesenjangan mencolok antara pemimpin dengan yang dipimpin.
 
Inilah akibat nilai moral Pancasila hanya jadi prasasti bahan pidato diatas mimbar. Bukan diwujudkan di bumi sebagai karakter ummat bangsa. Manusia sudah melampoi batas, lupa sama purwadaksinya asal kejadian. Hidup berlomba lomba saling megah- megahan, ditengah penderitaan ummatnya, tanpa sadar telah terjerumus dalam keserakahan berkuasa, keserakahan pangkat jabatan, keserakahan popularitas dan lupa jati diri hakekat kejadian.
 
Akibatnya alampun menegur kita anak bangsa karena manusia sudah berjalan dengan baju kesombongan dan keserakahan. Kondisi dunia saat ini semua dalam ketidakpastian. Kerisis keuangan, kerisis pangan, kerisis energi, Kerisis akhlak, kerisis multidimensi.  Akibat dari kepongahan manusia yang menjalankan roda kehidupan dianugerahi amanah tapi serakah. Hanya mengedepankan kelompok, golongan, keluarga, tanpa mengatur ekosistem keseimbangan untuk kemaslahatan bersama ummat bangsa untuk hidup yang lebih berkeadilan antar semua lapisan tumpah darah.
 
ICMI harus hadir merevolusioner cara pandang dan melakukan trobosan baru dan lompatan kembali membumikan ajaran kenabian. Catatan kitab suci agar bumi ini lebih adil. Kehidupan akan terjaga keseimbangan manakala kemaslahatan dapat dirasakan seluruh warga masyarakat Indonesia. Sehingga kehadiran ICMI sebagai lumbung insan Ulul Al-Bab dapat dirasakan manfaatnya oleh bangsa ummat Indonesia. Menjaga merawat kebhinekaan dan distribusi anggaran yang adil untuk masyarakat sehingga dapat dinikmati bersama di negri kaya raya ini. Tidak boleh lagi ada rakyat yang lapar, tidak punya rumah, tidak bisa sekolah, tidak punya lahan. Semua harus terjamin. Inilah pesan  amanat Pancasila. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
ICMI harus berbenah, bersuara lantang  mengembalikan kehidupan moral bangsa yang tegak lurus sebagaimana ajaran Pancasila. Indonesia harus bersih dari sogok menyogok, pungli, birokrasi berbelit belit, orientasi birokrasi dari kepala desa sampai presiden adalah melayani ummat bangsa. Inilah hakekat mempin adalah melayani. Indonesia harus belajar jujur, disiplin, kebersihan, ke negri tetangganya semisal Singapura, Jepang, Korea,China. Sudah waktunya kita merevolusioner gerakan kita untuk berkhidmat melayani ummat dan melakukan pertaubatan nasional untuk kembali Ke jalan yang lurus agar bencana berganti menjadi kemakmuran dan keberkahan. Selamat milad ICMI yang ke 34. Tetaplah menjadi penyangga perekat ummat yang inspiratif transformatif.
 
Presiden forum kebangsaan Samianto Muthohhar anggota ICMI.
Presiden Forum Kebangsaan