banner post atas

 

Hai dude!
Sharing pengalaman yuk, sambil latihan menulis, siapa tau disini ada yang pernah merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan.
Tulisan ini santai, engga formal-formal banget.

Pernah nggak kalian ngerasain Fase dimana kalian merasa Useless banget buat orangtua kalian? Saya yakin semua anak pasti pernah dan akan merasakannya, mengingat Kondisi kita sebagai anak yang masih menjadi tanggungan orang tua, lebih parah lagi jadi Beban orang tua, fase Useless ini umumnya akan dialami pada masa transisi umur Remaja ke Dewasa (18-25 Tahun) kalaupun ada yang merasakan fase ini lebih awal itu hal yang Normal saja namun pada Umumnya dirasakan pada masa Pertumbuhan dari Remaja ke Dewasa.

Iklan

Sebelum lebih jauh saya sharing, sedikit saya ulas tentang fase useless, sebenarnya saya belum pernah mengetahui ada istilah semacam ini tapi saya menamainya seperti ini karena memang Cocok dengan kondisinya. Useless sendiri hanya sebuah kota kata Bahasa inggris yang terdiri dari dua susunan kata yaitu Use berarti Menggunakan dan Less yang berarti lebih sedikit, kurang, hilang, kata Less sendiri bisa masuk pada beberapa kosa kata dalam bahasa inggris yang saya ngga tau aturan dan istilahnya seperti apa intinya Useless artinya Tidak Berguna.

Fase Useless adalah fase dimana seorang anak akan benar-benar merasa diri tidak berguna untuk Orang tua nya, karena ia menyadari kontribusinya untuk keluarga lebih-lebih untuk orang tuanya belum lah seberapa bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang sudah orangtua berikan kepada anaknya. Fase ini adalah fase dimana seorang anak merasa sangat bersalah karena masih membebani orang tua nya dalam hal finansial, karena Setiap anak pasti memiliki keinginan untuk bisa mandiri secara finansial bahkan bisa memenuhi kebutuhan keluarganya secara menyeluruh dengan hasil kerja kerasnya sendiri sehingga orangtua tidak perlu lagi repot-repot berkerja.

Fase useless ini seringkali diselimuti dengan perasaan dilema antara fokus pada akademik atau mencari perkerjaan Part Time untuk mencari uang tambahan, lebih dilema lagi ketika harus mengorbanakan waktu untuk berkerja atau kuliah sedangkan kuliah adalah kewajibannya saat ini sementara Bekerja adalah kebutuhan meskipun bukan kewajiban. Lebih dilema lagi bagi mahasiswa smester akhir yang jadwal kuliahnya sudah tidak padat lagi dan banyak tersisa untuk melakukan hal yang lain namun tetap saja kuliah tidak bisa dan tidak boleh dilalaikan, lalai sedikit wisuda diundur tahun depan.

BACA JUGA  40 HADIST IMAM NAWAWI : HADIST KE 2

Fase useless ini adalah fase dimana seorang anak tidak ingin memberatkan orangtuanya, walaupun pada kenyataanya kebutuhan semakin banyak dan pengeluaran pun demikian meningkat, tapi tetap saja posisi seorang anak tidak berani merepotkan orang tua nya, ketika jatah bulanan habis diluar waktu yang seharusnya jalan satu-satunya adalah berhutang. namun ada beberapa pengeluaran yang memang mendesak sehingga mengharuskan seorang anak untuk meminta uang lebih banyak dari biasanya.

Karena kita ketahui sendiri bahwa Semakin dewasa seseorang semakin bertambah kebutuhan dan pengeluaran nya, bandingkan dengan saat kita masih anak-anak kita tidak memiliki banyak Kebutuhan selain Kebutuhan Primer, kalaupun ada kebutuhan lain paling hanya uang untuk jajan dan itupun tidak habis seberapa. Namun setelah Dewasa Kebutuhan sangat banyak, lebih-lebih untuk anak Kost yang harus benar-benar bisa Me-manage keuangannya karena kebutuhan seringkali tidak menentu baik Pengeluaran sehari-hari, pengeluaran untuk kebutuhan kuliah, lebih-lebih lagi bagi yang ikut berorganisasi.

Fase Useless yang diselimuti dengan Perasaan bersalah ini seringkali menjadi beban pikiran seorang anak, kadang bisa menyebabkan setress kalau tidak pandai mengendalikan pikiran. Lebih berat lagi apabila perasan useless menimpa seorang sarjana yang belum memiliki perkerjaan selain menanggung beban sosial, beban dari dalam pikirannya pun ikut menyerang.

Namun point dari tulisan ini bukan untuk menambah beban pikiran pembaca tapi untuk menemukan Solusi dari permasalahan ini.
Perlu untuk diketahui bahwa takaran kebahagiaan orang tua tidak bisa dihitung hanya dari seberapa besar gaji anaknya, seberapa sukses anaknya, kebahagiaan orang tua itu sederhana, anaknya bisa menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan saja sudah sangat membahagiakannya, apalagi jika ditambah dengan prestasi-prestasi akademik, disertai karakter yang baik, bisa dipercaya dan tidak merusak kepercayaan orang tua nya.

BACA JUGA  Istimewa, Sayap malaikat menaungi para penuntut ilmu

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak nya, namun kita sebagai seorang anak seringkali menganggap bahwa orang tua tidak mengerti apa yang kita inginkan sehingga seringkali kita sebagai anak melakukan penyimpangan, padahal orang tua sudah jelas lebih dahulu merasakan asin nya garam, orang tua tau apa yang harus dilakukan agar anak nya tidak melakukan kesalahan yang sama atau agar anak nya bisa menjadi lebih baik dari kedua orang tua nya karena Pengalaman adalah Guru, dan Pengalaman dari Orang Tua adalah mahaguru untuk kehidupan kita sebagai seorang anak.

Solusi untuk menghadapi Fase merasa tidak berguna ini adalah dengan cara mengubah Pola Pikir kita, saya mengutip dari sebuah Quotes “You are what you think, so be very careful to keep your thoughts positive and on your goal” kita adalah apa yang kita pikirkan menjaga pikiran agar tetap positif adalah hal yang sangat perlu untuk kita lakukan karena akan jadi apapun kita di masa depan Pikiran kita saat ini yang akan menentukannya, karena Pikiran menghasilkan tindakan dan tindakan lah yang akan membuahkan hasil, entah akan tetap jadi beban keluarga atau menjadi Kebahagiaan keluarga bisa kita tentukan dengan Merubah pola pikir saat ini.

Jadi, jalani saja apapun yang terjadi sekarang, selesaikan apa yang perlu diselesaikan, kerjakan apa yang perlu dikerjakan, dan jangan lupa untuk Berpikir Positif dalam segala hal agar terciptanya tindakan-tindakan yang Positif.

Stay Positif, Keep Our Thought Positive, we will be what we think.