Dakwa TGB (46) THE POWER OF DOA BUAT ANAK

banner post atas

Oleh: Abah Rosela Naelal Wafa

Poin kedua yang disampikan Tuan Guru Bajang pada acara maulid Nabi Muhammad saw. (1440 H./2018 M.) di tanah Bumbu, wilayah Banjar Kalimantan Selatan ialah terkait penting dan dahsyatnya sebuah doa.

Pijakan utama cermah TGB adalah sebuah hadis Nabi Muhammad saw. berikut ini:
أنا دعوة أبي إبراهيم وبشارة أخي عيسى . الحديث أو كما قال .
“Saya adalah buah dari doa ayahku Ibrahim as. dan kabar gembira dari saudara saya Isa as.” (Al-Hadis).

Pertanyaan mendasarnya, apa bunyi doa Nabi Ibrahim as. tersebut?

Doa tersebut bisa kita baca di dalam al-Qur’an. Doa itu beliau panjatkan setelah membangun Kabah bersama putranya Ismail as. Berikut doanya:

ربنا وابعث فيهم رسولا منهم يتلوا عليهم أياتك ويعلمهم الكتاب والحكمة ويزكيهم إنك أنت العزيز الحكيم .
“Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkau Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. al-Baqarah: 129).

Doa tersebut dilantukan saat Nabi Ibrahim hanya sedang berdua dengan anaknya. Belum ada anak keturunan berupa cucu dan keluarga lainnya. Makkah itu masih sepi dan tandus. Belum ada rumah bertingkat seperti sekarang. Yang ada hanya aliran air Zam-zam.

Di tengah kondisi Makkah seperti itu, Nabi Ibrahim as. memanjatkan doa agar diberi keturunan yang menjadi Rasul yang akan membacakan ayat-ayat Allah swt. Yang membersihkan jiwa-jiwa mereka dan mengajarkan Ilmu dan Hikmah.

Ratusan bahkan ribuan tahun setelah doa Nabi Ibrahim as. terlantunkan, berulah buah doa itu keluar berupa nabi kita yang mulia Nabi Muhammad saw. Buah yang indah nan ranum rahmat semesta.

Apa arti dan pelajaran yang bisa dipetik dari panjatan doa ini?

“Itulah yang disebut dengan The Power of Doa. Bahwa doa itu kekuatannya sangat dahsyat.” Jawab ulama jebolan Mesir tersebut.

Teladan lain yang bisa diperoleh dari kisah ini adalah bahwa banyak-banyaklah berdoa. Perbanyak mendoakan anak-anak agar menjadi orang saleh dan salehah. Dan kalau berdoa –pesan TGB– jangan tanggung-tanggung. Mintalah yang paling baik.

BACA JUGA  GURU BUKAN CITA-CITA TERAKHIR DAN TERPAKSA

Jangan seperti seorang sahabat yang dulu pernah ditegur oleh Nabi Muhammad saw. karena ia berdoa, “Ya Allah masukkanlah saya ke dalam surga insya Allah إن شئت (jika Engkau menghendaki).”

Mendengar doa sahabatnya seperti itu, Rasul saw. langsung menegurnya, “Jangan berdoa mengatakan jika Engkau berkenan. Tapi, berdoalah dengan sepenuh-penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doamu.” Sabda Nabi.

Demikian cerita Tuan Guru Bajang agar kita optimis dalam berdoa, sebab demikian yang dituntunkan Rasulullah saw. kepada sahabatnya.

Pada kesempatan itu, TGB juga menyerukan agar kita berdoa dengan doa yang terbaik buat anak-anak kita yang akan menjadi pelanjut dan estapet visi-misi hidup ini. Jangan peduli dengan kondisi apapun. Mau orang bilang mustahil atau tidak mungkin terkabul, tapi kalau Allah berkehendak tidak ada yang mustahil.

Bahkan TGB mengatakan, “Mintalah agar anak menjadi hafiz al-Qur’an.” Jangan pesimis dengan doa tersebut, meski saat ini –misalnya– anak Bapak-Ibu sedang berambut gondrong, shalatnya bolong-bolong, padahal usianya sudah dua puluh-an tahun.

“Kuasa Allah di atas segala sesuatu. Doa kalau keluar dari niat yang kuat dan keyakinan yang utuh dan kokoh, insya Allah akan dikabulkan oleh Allah swt.” Demikian suntikan motivasi dari ulama yang santun tersebut.

Ketua PBNW itu juga menyarankan agar kita, selain memberikan asupan vitamin dan makanan bergizi kepada anak-anak, supaya orang tua juga peduli dengan asupan doa buat mereka. “Selain makanan jasmani yang kita berikan setiap saat. Jangan lupa kita bekali anak-anak kita di dalam dirinya dengan doa-doa terbaik yang kita berikan.” Ingatnya.

Menyadari betapa dahsyatnya doa Bapak-Ibu kepada anak-anaknya, maka TGB mengingatkan, meski dalam kondisi dan keadaan marah sekalipun, hendaklah kita jadikan marah itu sebagai doa. Artinya, kalau marah jangan mengeluarkan kata-kata kotor dan keji, tapi berucaplah yang baik sebagai doa.

Nasihat TGB ini mengingatkan saya (penulis) pada kisah Imam Masjidil Haram yang saat masih kecil sering dimarahi ibundanya. Tapi, –hebatnya– saat si ibu memarahi putranya, selalu ia mengusirnya dengan kalimat yang mengandung doa. Kata ibunya, إذهب إلى المسجد الحرام كن إماما (Pergilah ke Masjidil Haram dan jadilah imam di sana).

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Selasa 11 Sofar 1442

Saya, pembaca dan kita semua sekarang telah menyaksikan, beberapa tahun setelah doa sang ibu itu terlontar, kini telah menjadi kenyataan bahwa putra yang bernama Syaikh Muhammad Sudais itu menjadi imam utama di masjid nomer wahid tersebut.

Tak ayal memang, banyak orang tua yang pesimis dengan kenakalan atau kebandelan anak di usia kanak-kanak dan remajanya. Lalu, mereka acuh tak acuh dengan kondisi anaknya alias membiarkannya dalam kubangan kenakalan remaja. Padahal, sebagai orang tua tak boleh demikian.

Menyikapi kenakalan anak seperti itu, kata ulama –dikutip TGB–, bahwa kalau ada anak-anak yang sulit sekali diajak untuk mengerjakan kebaikan. Hatinya keras. Sulit diajak shalat dan mengaji. Maka salah satu doa yang paling mujarrab dibacakan kepadanya saat ia tidur ialah:

رب اجعلني مقيم الصلوة ومن ذريتي ربنا وتقبل دعاء .
“Ya Tuhanku, jadikanlah saya dan anak keturunanku mudah dan ringan untuk mendiri shalat. Ya Tuhan kami, kabulkan doa.” (QS. Ibrahim, 40).

Banyak berdoa itulah yang dicontohkan oleh nabi kita Nabi Muhammad saw. Beliau tidak pernah sepi dari doa untuk umatnya. Maka, “Kalau ada kebaikan yang sampai kepada kita umat Islam saat ini, semuanya adalah bagian dari keberkahan doa baginda Rasul saw.” Jelas TGB.

Banyak berdoa, optimis dalam bermunajat, memperbanyak tabungan doa dari kita, seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim as. dan Nabi Muhammad saw. kepada generasi dan umatnya, juga menjadi kebutuhan bangsa dan daerah kita, sahabat, karib-kerabat dan tetangga, dan bahkan semua kaum muslimin, agar semuanya selalu berada dalam perlindungan Allah.

Terlebih panjatan doa baik nan tulis bagi anak-anak kita.

اللهم اجعل أولادنا وأولاد المسلمين بارين لوالديهم ونافعين لدينهم ولوطنهم برحمتك يا ارحم الراحمين.
“Ya Allah, jadikanlah anak-anakku dan semua anak orang Islam, bisa berbakti kepada kedua orang tua mereka, bisa bermanfaat buat agama dan bangsanya, dengan berkat rahmat-Mu, wahai yang Maha Penyayang.” Amiiin!

Wa Allah A’lam!

Bilekere, 18 Nopember 2020 M.