Bupati Lotim : Lakukan Rakor Bahas Progres Penanganan Covid-19.

banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Bupati Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) H.M.Sukiman Azmy melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) lengkap terkait progress penanganan Covid-19.

 

Rakor tersebut juga dihadiri Wakil Bupati H.Rumaksi,Sj. Kepala Dinas Sosial NTB Drs.H.Ahsanul Khalik,S.Sos,Sekda Drs.H.M.Juaini Taofik,M.AP, Pimpinan OPD, Para Camat dan seluruh Kepala Desa dan Lurah se Lombok Timur. Senin(11/05/2020).

Iklan

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy dalam sambutannya menekankan kepada semua Kepala Desa untuk menunjukkan semangat yang tinggi dilapangan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 karena Kepala Desa adalah merupakan ujung tombak atau panglima didesanya dalam kegiatan pencegahan penularan pandemi Covid-19.

Penekanan tersebut disampaikan Bupati Sukiman karena terdorong oleh keinginan agar sedapat mungkin dan dengan cara apapun pada bulan Juni mendatang kasus wabah pandemic Covid-19 ini bisa berakhir di Kabupaten Lombok Timur.

“Jika sampai Juni mendatang atau sampai lewat bulan Juni, Covid-19 ini belum mereda,saya khawatir Lotim bisa kolaps. Sebab anggaran sudah mulai menipis, cadangan APD hanya cukup sampai Juni, tak ada lagi harapan sumber anggaran yang bisa diharapkan kecuali ada tambahan suntikan dana dari pemerintah pusat,” Ungkap Bupati Sukiman.

Untuk itu, orang nomer satu di Lombok Timur tersebut berharap kepada semua kepala desa dan lurah se-Lotim membentuk tim relawan desa dan menjadi garda terdepan di desa masing-masing dalam hal mengontrol arus keluar masuk orang,dan mencegah kerumunan massa.

Bahkan ia mengancam bagi kepala desa yang tidak loyal dalam hal progres pencegahan Covid-19 ini, diancam dengan proses pencairan Dana Desa(DD) akan dibikin tersendat-sendat. Dan Bupati mendesak Kepala Desa untuk menegur tokoh desa yang ngeyel dalam hal social distancing seperti masih ada yang nekat mengajak orang tarawih berjemaah di masjid dan lainnya.

BACA JUGA  WHO: Belum Bisa Dipastikan Pasien yang sembuh tidak Dapat Terjangkit Kembali.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik memaparkan beberapa hal terkait kebijakan pemberian bantuan dampak sosial Covid-19. Di antaranya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapat tambahan kuota JPS Gemilang sebanyak 5.000 KK.

Di akhir sambutannya H.Ahsanul Khalik mendapat pertanyaan dari Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy tentang mekanisme pemecatan para pendamping PKH yang nakal atau tidak bekerja dengan baik.

Dengan tegas ia menyatakan,ada mekanisme sidang pelanggaran etik para pendamping PKH.jika tidak bekerja dengan baik.dan Kadis Sosial NTB itu mempersilaahkan kepada semua pihak untuk melaporkan ke Dinas Sosial jika ada oknum pendamping PKH yang terbukti melakukan pelanggaran.

‘’Kalau ada temuan pelanggaran yang dilakukan oleh pendamping PKH silahkan dilaporkan Kami akan gelar sidang pelanggaran etik pendamping PKH dan kami usulkan ke pusat untuk dipecat,’’ tegas Ahsanul Khalik.

Sedangkan Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi Sj dalam arahannya pada Rakor tersebut memberikan titik tekan pada persoalan data.

Menurut Wabup, dalam hal pengendalian sosial dampak Covid-19 adalah pada persoalan validasi data yang menyebabkan pemberian bantuan masih terdengar simpang siur bahkan tumpang tindih.Untuk itu, Wabup juga meminta para Kades menyajikan data yang benar-benar valid.

‘’Bila perlu semua desa membentuk tim relawan untuk mendata rakyat yang lebih riil lagi agar pemberian bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak Covid-19 ini tidak terjadi salah arah,’’ kata Wabup.

Senada dengan Bupati dan Wakil Bupati Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, HM Juaini Taupik kembali mempertegas arahan yang disampaikan Bupati dan Wabup Lotim. Taupik menyebut, progress penanganan Covid-19 di Kabupaten Lotim ini menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Angka penderita Covid-19 mulai menunjukkan angka penurunan.

BACA JUGA  Lawatan PW DKI Jakarta ke Pesantren NW di Serang-Banten

 

“Tidak hanya harapan Bupati dan Wabup, namun menjadi harapan kita semua,soal Covid-19 ini segera teratasi,namun kita harus menyadari bahwa untuk mencapai kesempernaan 100% progress tentu sesuatu yang tidak mudah, kalau sudah mampu mencapai di atas 90% saja sudah merupakan kemajuan yang luar biasa,‘’ Pungkasnya.

(Bul)