Bung H. Mohan Roliskana, Dari Ketua KNPI Hingga Walikota Mataram

banner post atas

Oleh: Abdurrahman, S.Pd.I
– Wakil Ketua V Pemuda NW NTB / Pengurus DPD KNPI Kota Mataram

Tepat pada hari Jum’at 26 Februari 2021 bertempat di gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB enam pasangan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota terpilih periode 2021-2026 secara resmi dilantik oleh Gubernur NTB Zulkiflimansyah.

Keenam pasangan tersebut diantaranya Wali Kota/Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana dan TGH Mujiburahman, Bupati/Wakil Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu dan Danny Karter Febrianto RST, Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri dan H. M. Nursiah, Bupati/Wakil Bupati Sumbawa Barat W Musyafirin dan Fud Syaifuddin, Bupati/Wakil Bupati Dompu Kader Jaelani dan H. Syahrul Parsan, dan Bupati/Wakil Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri dan Dahlan M. Noer.

Iklan

Prosesi pelantikan keenam pasangan pimpinan daerah kabupaten/kota terpilih tersebut akhirnya terlaksana juga setelah sekian lama menjalani proses panjang demokrasi pemilihan kepala daerah tahun 2020 yang lalu. Seperti halnya pemimpin yang lain, H. Mohan Roliskana Walikota Mataram terpilih juga telah melewati berbagai rintangan dan lika liku pesta demokrasi yang diselenggarakan Desember tahun lalu tersebut.

Pria yang memiliki nama lengkap H. Mohan Roliskana, S.Sos ini dikalangan anak muda lebih akrab di sapa Bung Mohan. Panggilan tersebut melekat pada dirinya di kalangan anak muda sejak ia aktif sebagai pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), jauh sebelum menjadi orang nomor 1 di kota Mataram. H. Mohan tercatat sebagai Ketua Umum DPD KNPI Kota Mataram selama 2 periode sejak tahun 2005 hingga 2012 (2005-2008, 2008-2012).

Dimata teman-teman sejawatnya di KNPI, H. Mohan dikenal dengan pribadi yang sederhana dan akrab dengan banyak orang. Dalam hal ini penulis pernah mendengar pengakuan dari salah seorang senior saya mantan Sekretaris Umum DPD KNPI Kota Mataram periode kepemimpinan H. Novian Rosmana (adik kandung H. Mohan). Ia menyampaikan bahwa H. Mohan merupakan sosok yang sederhana dan tidak sombong. Seraya ia bercerita saat momen makan nasi bungkus bareng H. Mohan di sebuah warung sederhana di pinggiran kota Mataram. Merupakan sebuah potret yang jarang di jumpai karena meskipun saat itu statusnya sebagai Wakil Walikota Mataram namun ia tetap tampil sederhana dan membaur dengan teman-temannya dari kalangan anak muda.

BACA JUGA  Abdul Hayyi : Baznas Lotim Salurkan Tiga Jenis Paket Bantuan Di Era Covid-19.

Dalam konteks kepemimpinan di kota Mataram, nama H. Mohan Roliskana tidaklah asing bagi penduduk kota Mataram. Karena sebelum terpilih menjadi Walikota Mataram, ia sudah menjabat sebagai Wakil Walikota Mataram selama 10 tahun (2 periode) mendampingi H. Ahyar Abduh. Selama ia menjadi Wakil Walikota Mataram memang tidak banyak perubahan yang bisa ia torehkan untuk kota Mataram. Karena memang kebijakan sepenuhnya berada di tangan Walikota bukan Wakil. Sehingga hari ini sebagian besar warga kota Mataram menaruh harapan besar kepadanya sebagai Walikota terpilih untuk menghadirkan wajah baru kota Mataram yang lebih baik dan maju untuk lima tahun ke depan.

Bagi penulis, H. Mohan merupakan salah satu sosok pemimpin muda di NTB yang memiliki semangat bekerja. Jiwa kepemimpinannya telah nampak sejak ia menjadi Ketua Umum DPD KNPI Kota Mataram 2 periode 2005-2012. Jiwa kepemimpinanya juga merupakan turunan dari Almarhum ayahnya H. Muh. Ruslan mantan Walikota Mataram 2 periode. Seperti pepatah yang mengatakan “buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”.

Kini H. Mohan telah resmi menjadi orang nomor 1 di kota Mataram dan tugas berat menantinya. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas dilaksanakan oleh Walikota sebelumnya. Mulai dari persoalan kemiskinan hingga persoalan sampah yang selalu menjadi tantangan berat bagi setiap pemimpin di kota Mataram.

Dalam persoalan kemiskinan misalanya, pada tahun lalu tercatat angka kemiskinan di kota Mataram mengalami kenaikan.
“Sebelumnya 43 ribu, kini meningkat menjadi 70 ribu jiwa (warga miskin),” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram H. Amiruddin, sepertu dikutip di Koran Lombok Post, Kamis 23 Juli 2020.

Sedangkan persoalan sampah hingga hari ini pemerintah kota Mataram belum memiliki solusi ampuh dalam pola penanganannya. Hal ini disebabkan daya volume sampah yang terus meningkat. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB bulan Februari tahun lalu, Kota Mataram menghasilkan 314 ton sampah per hari. 273 ton di antaranya masuk ke TPA (tempat pembuangan akhir).

BACA JUGA  Kemenkes : Sebanyak 1000 Tokoh Agama Jalani Vaksinasi Massal.

Kedua persoalan ini cukup memberi tantangan berat bagi H. Mohan sang Walikota Mataram periode 2021-2026. Sebagai bagian dari warga kota Mataram yang sedikit tidak mengenal sosok H. Mohan, penulis yakin ia mampu menjawab tantangan tersebut. Dengan bekalnya yang cukup lama menjadi Wakil Walikota sebelumnya, kita optimis H. Mohan akan mampu menjawab persoalan-persoalan yang di hadapi oleh kota Mataram saat ini.

Selamat kepada Bung H. Mohan Roliskana, S.Sos sebagai Walikota Mataram dan TGH. Mujiburahman sebagai Wakil Walikota Mataram.
Selamat Bekerja!
Semoga mampu merubah wajah kota Mataram menjadi lebih baik, maju dan religius.

Mataram Monjok, 27 Februari 2021