BAGAIMANA MENGAJAR DITENGAH BADAI PANDEMI?

banner post atas

Oleh : Dwi Santoso, S.Pd (Guru SMP Laboratorium Jakarta)

Bagi saya Guru bukan hanya sekedar profesi, tapi juga sebuah tanggung jawab besar kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seorang guru bukan hanya memberikan materi, mengarahkan belajar, tapi guru merupakan motivator dan teman pendamping anak didiknya dalam masa peralihan dari belum bisa menjadi bisa, dari belum mengerti menjadi mengerti, demikian seterusnya. Dimasa ini, bukan hanya mengajarkan anak didik memahami materi, tapi guru memberi solusi baik dalam pembelajaran atau masalah hidup mereka. Guru itu bukan hanya sebagai orang tua, juga bisa menjadi teman bercerita dan mengarahkan mereka kepada hal yang lebih baik, apabila mereka salah dalam bersikap. Melalui sentuhan kesabaran guru akan sangat membantu terjadinya perubahan kearah yang lebih baik, sehingga peserta didik meraskan perubahan yang luar biasa dan akan menjadi suatu kenangan indah tersendiri yang akan selalu diingat sampai kapanpun.

Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh perjuangan dalam bentuk yang berbeda untuk kita semua, terutama bagi para pendidik. Ditahun ini pula, kita semua menyadari betapa beratnya peran guru dalam menjalani tugas ketika menghadapi anak didik dengan berbagai karakter. Dimana semua aktifitas belajar dilakukan dari rumah dalam bentuk PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi anak didik.

Iklan

Perlu diketahui tahun 2017 merupakan awal mula saya menapaki dunia pendidikan (mengajar) yaitu dengan bergabung pada sebuah sekolah swasta yang bernma SMP Laboratorium Jakarta. Ketika terjun di dunia pendidikan banyak sekali kejutan-kejutan yang saya terima, karena jujur antara teori dan praktek itu sungguh sangat berbeda. Alhamdulillah saya berusaha menyelami sedikit demi sedikit akhirnya saya meraskan suatu kebahagiaan tersendri (happy) menjalankanya karena saya menganggap diri sedang belajar lagi.

BACA JUGA  BELAJAR BAHASA ARAB (6) SAYA INGIN APARTEMEN (أُريدُ شَقَّةً)

Tiga tahun berlalu dengan aktifitas pembelajaran seperti biasa, dimana ada penjelasan materi di depan kelas, tanya jawab dan interaksi langsung, memberikan tugas dan lain sebaginya. Bahkan tidak jarang diselingi dengan sedkit bercanda dalam bentuk humor. sehinggan anak didik merasa senang, happy dan antusias dan inilah tantangan saya setiap hari. Akan tetapi setelah memasukki tahun 2020 ini sebagaimana yang kita ketahui dunia mengalami masa pandemi covid 19 yang sangat berat, menjadi hal yang berbeda dengan segala tantangannya yang lebih berat dari tahun sebelumnya.

Ketelatenan adalah kata sederhana yang mengandung banyak arti bagi saya, walaupun ini sebenarnya saya gunakan dalam setiap aktifitas mengajar baik sebelum pandemi maupun di masa pandemi saat ini. Ketelatenan inilah yang selalu menjadi pegangan saya dalam setiap memberikan materi dan evaluasi terhadap hasil dari setiap pembelajaran yang saya berikan.

Kesulitan yang dihadapi yaitu banyak sekali kendala yang ditemui dalam pembelajaran yang saya berikan, baik itu dari materi, moda belajar/perangkat belajar, menjaga mood anak didik bahkan keperluan kelancaran pembelajaran lainnya. Oleh karenanya sebisa mungkin saya mencarikan solusi demi kelancaran pembelajaran ditengah pandemi ini, agar peserta didik tetap menerima haknya untuk mengikuti pembelajaran.

Disamping ketelatenan juga kesabaran menjadi kunci dalam menerapkan pembelajaran di masa pandemi. Dalam memberikan tugas, bukan hanya menagih tugas anak didik, tapi saya harus berpikir keras bagaimana anak didik tetap mood dalam mengikuti pembelajaran. Bukan perkara mudah untuk tetap menjaga mood belajar anak didik disituasi pandemi seperti saat ini, karena bagi saya kenyamanan dalam belajar sangat penting, sehingga mereka tidak cepat bosan. Dengan kenyamanan maka materi yang diberikan akan mereka serap dengan baik.

BACA JUGA  Pujian itu Menghancurkanmu!

Kedisiplinan dan tanggung jawab menjadi sikap yang selalu saya anjurkan kepada mereka dalam mengikuti pembelajaran ini, akan tetapi untuk menerapkan hal ini menjadi suatu tantangan yang membutuhkan kesabaran dan keikhlasan.

Pada intinya Belajar adalah hak siapapun, kapan dan dimana saja. Maka dari itu dalam menempatkan pembelajaran saya harus selalu berusaha untuk memaklumi apapun keadaan yang ada. Saya tidak bisa memaksa, karena situasi sedang mengajarkan kita untuk lebih bersabar lagi dari sebelumnya. Bagi saya mengajar ditengah pandemi merupakan ujian kesabaran untuk bisa lebih baik lagi, mengambil hikmah dalam setiap kejadian merupakan hal yang paling bijak agar kedepanya menjadikan kita manusia yang lebih dewasa, berpendidikan dan bertanggung jawab.