Cinta ‘Revolusif’ HAMZANWADI

banner post atas

Oleh : Mir’atul Izzatilllah (Ketua Umum HIMMAWATI NW Periode 2020-2023)

“Hidupkan Iman hidupkan taqwa, agar hidup semua jiwa. Cinta teguh pada agama cinta kokoh pada negara. Nahdlatul Wathan pusakmu sendiri dilahirkan Tuhan di Lombok ini. Ciptaan Sasak Selaparang asli wajib di bela sampai akhirati” (Syair Wasiat Renungan Masa TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid)
Syair diatas ditulis oleh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid untuk mengingatkan fungsinya sebagai hamba Allah yang harus membuat perubahan dalam tubuh masyarakat. Dari perjalanan hidupnya, ia pun menemukan berjuta ilmu dan pelajaran yang akan digunakan untuk menyelesaikan problem yang menimpa umat Islam waktu itu. Ketika memahami ajaran Islam, beliau mencoba untuk menyesuaikannya dengan realitas sosial. Maka, berdirilah organisasi “Nahdlatul Wathan”.

Saya bukan mengajak anda untuk menjadi anggota Nahdlatul Wathan. Namun, sekedar menyampaikan bahwa sang pendiri NW itu (Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid) memiliki kecintaan terhadap Tuhan dan manusia sehingga mendorongnya untuk melakukan gerakan-gerakan aksi pembaharuan dalam bisang sosial, dakwah serta pendidikan melalui Nahdaltul Wathan ini.

Iklan

Ia menghimpun Hizib Nahdlatul Wathan lengkap dengan Thariqat Hizib Nahdlatul Wathan untuk kepentingan umat manusia. Tak heran jika ia banyak menimba ilmu dari pelbagai guru serta organisasi dan diwujudkan dalam gerakan dakwah yang menjawab kebutuhan umat. Misalnya dengan mendirikan mushalla Al-Mujahidin dan madrasah yang diberi nama Nahldatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) khusus laki-laki (tahun 1937) dan Nahldatul Banat Diniyyah Islamiyyah (NBDI) khusus untuk perempuan (tahun 1943) atau pantai asuhan agar kalangan mustad’afin bisa merasakan sepercik kesejahteraan dan ketentraman hidup.

Sebab Nadhlatul wathan itu artinya kebangkitan tanah air. Nahdlah artinya kebangkitan. Wathan artinya tanah air. Maknanya adalah kebangkitan orang yang ada di tanah air tersebut. Kebangkitan itu hanya bisa terjadi dengan mempersenjatai diri dengan ilmu-ilmu pengetahuan. Itu sebabnya TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menggagas kebangkitan itu dengan mendirikan mushalla. Di mushalla ini di gembleng kader-kader yang kemudian mendirikan madrasah hingga ratusan bahkan ribuan.

Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan masyarakat dan mempunyai gagasan-gagasan cemerlang, Kyai Zainuddin dengan mudah diterima dan dihormati kalangan masyarakat, sehingga pernah aktif diberbagai organisasi. Misalnya, pelopor kemerdekaan untuk RI untuk daerah Lombok Timur (1945), Pelopor penggempuran NICA di Selong Lombok Timur (1946), Konsulat NU Sunda Kecil (1950), Ketua Badan Penasehat Masyumi Daerah Lombok (1952), Anggota Konstituante RI Pemilu Lombok (1955), Anggota MPR RI Hasil Pemilu II dan III dari Fraksi Utusan Daerah (1971-1982) dan masih banyak lagi. (Bisa dilihat di Mohammad Noor, dkk.

BACA JUGA  Andre Adi Mulyo : Kantor Pos Siap Bayar BST Untuk 21.000 KK Di Lotim

Visi Kebangsaan Religius Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 1904-1997. Jakarta: Ponpes NW Jakarta, 2014) Ia ingin mengajak umat Islam Indonesia khususnya NTB untuk kembali hidup menurut tuntunan Al-Qur’an dan Hadis. Maka pada hari ahad tanggal 15 Jumadil Akhir 1372 H bertepatan pada tanggal 1 Maret 1953 Masehi di Pancor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan organisasi Nahldatul Wathan. Dan sejak awal Kyai Zainuddin telah menetapkan bahwa NW itu bukan politik, tapi Nahdlatul Wathan berpolitik.

Bukan berpolitik langsung seperti partai. NW tidak boleh menjadi alat politik. Tetapi NW mengajarkan supaya bisa berpolitik untuk kader-kadernya dan masyarakatnya dan tentunya NW bersifat sosial dan bergerak di bidang dakwah serta pendidikan. Sesuai dengan wasiat yang beliau tegaskan bahwa: Asas NW jangan dirubah . Sepanjang masa sepanjang sanah. Sunnah Jama’ah dalam akidah. Mazhab Syafi’i dalam Syari’ah (TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Wasiat Renungan Masa). Itu artinya jangan dibuat menjadi partai, jangan digadaikan ke mana-mana untuk mencari keuntungan, tapi tetap untuk beribadah dan berjuang.
Oleh karena itu, atas jasa-jasanya membangkitkan kesadaran bangsa ini melalui pembaharuan Islam serta pendidikan, Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 115/TK/2017. (Sumber: radarlombok.co.id).

Mengapa beliau bisa melakukan perubahan seperti itu? sebab, ia memiliki dorongan cinta “revolusif”. Artinya sebuah rasa di dalam diri manusia untuk melakukan perubahan-perubahan karena peka terhadap persoalan yang diderita umat dengan mengamalkan apa yang tersirat dalam kitab Al-Qur;an dan hadis. Ia meyakini bahwa dengan memberikan pengabdian kepada bangsa merupakan wujud kecintaan terhadap Allah.
Dalam perspektif Erich Fromm, cinta yang terhujam di dalam hati Kyai Zainuddin, membuatnya memiliki “energi kreatif” untuk mengubah keterbelakangan umat. Itulah yang dinamakan dengan hasrat untuk mengubah kondisi orang-orang yang dicintainya, yaitu bangsa dan umat Islam Indonesia. Cinta seperti ini juga kebih cocok dimasukkan pada kategori cinta terhadap kehidupan (biofilia).

BACA JUGA  Hikmah Pagi : Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu

Alhasil, perilaku yang muncul dari sang pencipta adalah sesuatu yang membangun, menggerakkan optimisme hidup, dan menebarkan keselamatan bagi seluruh alam.
Cinta revolusif yang dibangun Kyai Zainuddin telah mengarahkan tujuan cinta kearah yang bisa merevolusi kondisi umat adalah patut ditiru dari perjuangannya. Perjuangan yang tidak hanya melawan bangsa penjajah secara fisik, tapi melawan sesuatu yang tak kentara terlihat jelas.
Cinta revolusif dalam dirinya akan membentuk kepribadian yang sempurna sehingga tak ada kata dan ucapan yang tak sesuai dengan tindakan nyata. Hal itu akan terus mewujud menjadi karakter yang berdasarkan atas kecintaannya terhadap Allah swt., yang mampu mengeluarkan manusia dari belenggu persoalan-persoalan hidup.

Kyai Zainuddin dengan semangat perubahan dan pembaharuan memberikan solusi berharga bagi bangsa Indonesia melalui Nahdlatul Wathan, sehingga buah kinerjanya bisa dirasakan sampai saat ini. Itu sebabnya bagi beliau jika ada yang merusak perjuangan NW sama saja dengan merusak bangsa Indonesia. Tertulis jelas dalam wasiatnya:
Sebaik-baikmu padaku ialah, Yang paling banyak memberikan manfaat, kepada Nahdlatul Wathan. Dan sejahat-jahatmu padaku ialah, Yang paling banyak merusak perjuangan Nahdlatul Wathan.(TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid)
Kalau anda tertarik dengan cinta ala TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, mengapa tidak menirunya? Tapi, saya yakin bahwa sebagai seorang manusia, anda pasti bisa melakukannya. Selamat Hari Jadi Nahdlatul Wathan ke-68, NW fi Al-Khair NW Fastabiq Al-Khairat.

Setiap orang akan menjadi cerita bagi generasi selanjutnya. Maka jadikanlah dirimu cerita yang baik bagi mereka yang benar-benar memahami arti sejarah. (TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Pendiri NWDI, NBDI dan NW dan Pahlawan Nasional dari NTB)