26 Tahun Media SinarLima : Mengenang Perjuangan Ust Hamzani SQ

banner post atas

Sinar5News.com – Jakarta – Hari ini bertepatan langsung dengan hari kelahiran Media SinarLima yang didirikan pada tanggal 26 September 1994 oleh Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Mengulas Kembali sejarah berdirinya media ini, kami telah memanggil dan mewancarai Ust Sugiatul Pathi salah seorang sahabat Almarhum Ust Hamzani SQ. Tak terasa sudah lebih dari 1 tahun beliau telah meninggalkan Media ini.

Ust Sugiatul Pathi atau yang biasa disapa Ust Sugi memaparkan panjang lebar mengenai perkembangan Media Sinar Lima dari dulu hingga saat ini, Ust sugi mengatakan bahwa Ust Hamzani bisa dikatakan Dahulu sebgai pejuang yang hilang.

Iklan

“Saya kebetulan sangat dekat dengan saya, Almarhum sudah lama di NW, tetapi entah mengapa beliau menghilang, itulah yang saya dimaksud pejuang yang hilang” jelas Ust sugi.

Pengasuh Ponpes NW Jakarta ini juga megatakan, dahulu Ust Hamzani pernah menjadi pengasuh di NW Jakarta tetapi beliau pergi untuk mencari pengalaman yang lain diluar menjadi jurnalis.

“Saya ajak dia (Ust Hamzani) ngobrol, ngopi ngopi, setelah itu saya tau dia adalah pejuang yang hilang, bertahunn tahun dia menjadi jurnalis diluar, itulah pertemuan pertama saya dengan Ust Hamzani” ucap Ust Sugi.

Setelah pertemuan pertama itu Ust Sugi bercerita bahwa Alm Ust Hamzani memiliki cita cita yang luar biasa, yaitu ingin mengabdikan diri sepenuhnya untuk Nahdlatul Wathan, terutama ust hamzani juga ingin menghidupkan kembali Media Sinar Lima yang sudah lama mati suri.

“Dia cerita panjanglebar kesaya, diaingin mendirikan dan menghidupkan kembali Media Sinarlima, Waktu itu saya belum tau media SinarLima, dia bilang ke saya dulu dia pernah merintis Media Sinar Lima ini dalam bentuk Tabloid” terang Ust. Sugi.

“Dia juga bilang kesaya dia ingin menghidupkan kembali dalam bentuk elektronik, agar bisa selaras dengan perkembangan zaman” tambahnya.

Setelah mendengar cerita yang menarik itu akhirnya Ust Sugi menghadap ke Ketua Yayasan Mi’Rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta, Drs. kh. Suhaidi SQ, Kh suhaidi menyambut senang kepulangan Ust Hamzani. 

Lanjut Ust Sugi Bercerita bahwa KH Suhaidi menanyakan secara langsung didepan Ust Hamzani “Kemana Hafidz mu ? Sinar Lima Kau Tinggalkan” Ucap KH Suhaidi dalam cerita Ust Sugi.

Dalam cerita Ust Sugi, Bapak(Kh Suhaidi) mengatakan banyak hal mengenai Almarhum Ust Hamzani SQ. “Ust Hamzani ini Seorang Hafidz, dari Lombok dikirim ke Jakarta untuk menjadi seorang Hafidz, lalu dia menghilang. Sekarang harus benar benar mengabdi” Ucap KH Suhaidi dalam cerita Ust Sugi.

Setelah itu dimulailah pengabdian sesunguhnya Ust Hamzani, Ust Sugi mengatakan bahwa sahabatnya ini memiliki keinginan besar tentang SinarLima.

“Apabila SinarLima ini maju maka semua akan maju” ucap alm Hamzani dalam cerita ust sugi.

Ust Sugi juga mengatakan Ust Sugi mengingat pesan almarhum Ust Hamzani ini bawha alamarhum tidak akan meninggakan Nahdlatul Wathan lagi.

“Benar kata kata beliau, beliau pernah mengatakan “saya tidakakan meniggalkan NW lagi dan akan mengabdikan disini, gaakan pergi lagi” saya ingat betul seperti itu kata beliau ,dan alhamdulillah beliau meninggal dalam pengabdiannya itu” jelas Ust Sugi.

Terakhir, Ust Sugi mengatakan Ust Hamzani Memiliki Harapan yang besar untuk media SinarLima.

“Diaberharap Suara NW Bisa mendunia dan mudah diketahui oleh banyak orang,dan alhamdulilah cita cita belai tercapai,mudah mudahan amal beliau diterima disisi Allah SWT” tutup Ust Sugi. (RM)